Menakar Perjuangan FPR DS Antara Harapan dan Intimidasi
-------‐------- -----------Lebih baik mati dibalik Jeruji, dari pada harus menjilat, memohon dan mengiba" meminta pembebasan.
Nilai ke Donggo-An tidak mengenal kata itu. Apapun yang di alami 15 Laskar FPR Ds, adalah bentuk konsekuensi dari Perjuangan yg sudah di pikirkan secara masive.
FPR Berjuang untuk perbaikan jalan Donggo - Soromandi
Lasdo Berjuang untuk Pembebasan 15 Tahanan FPR DS
Tidak satupun Gerakan yang di inisiasi oleh elemen/Tokoh Donggo Soromandi yang melanjutkan Inti dari Perjuangan FPR DS. Agenda besar dari FPR DS, yang merupakan manivestasi Cita-Cita masyarakat DS Menjadi Kabur tanpa kepastian.
Ada pergeseran Nilai Perjuangan dari Berjuang untuk kesejahteraan masyarakat, menjadi Berjuang untuk pembebasan 15 Tahanan.
sadar atau tidak, setuju atau tidak, Sikap Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif saat ini sedang memainkan perannya sebagai simbol kekuatan untuk membenturkan Rakyat vs Rakyat.
tidak satupun di antaranya yang mengaku bertanggung jawab.
Oleh karena Demikian Khitah Perjungan FPR DS Harus tetap pada Relnya.
1. Tetap Mendesak Bupati Bima dan Gubernur NTB Tetap bertanggung jawab Atas ketimpangan Pembangunan Infrastruktur Donggo - Soromandi.
2. Mendesak Kapolda NTB, Cq Kapolres Bima mempertimbangkan Penahanan 15 Orang Anggota FPR DS. untuk di naikkan ke tingkat pengadilan.
